Assalamualaikum
Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas kelezatan pempek dan cuko khas Palembang. Sebenarnya, kuliner Palembang masih sangat kaya dan tidak berhenti di situ. Kali ini, mari kita eksplor salah satu hidangan lain yang tak kalah populernya, yaitu Pindang.
Secara sederhana, pindang adalah hidangan berkuah yang menawarkan perpaduan rasa yang unik: asam, manis, pedas, dan gurih berpadu dengan aroma segar dari daun kemangi. Berbagai varian pindang yang umum ditemui antara lain terbuat dari ikan patin, ikan gabus, ikan baung, ikan salai (ikan asap), daging sapi, atau udang.
Jika ditanyakan mana varian yang paling recommended, pilihan pribadi saya jatuh pada Pindang Ikan Patin. Alasannya, tekstur daging ikan patin cenderung lebih lembut dan "nyatu" dengan kuahnya dibandingkan jenis ikan lain, sehingga memberikan pengalaman makan yang sangat memuaskan. Namun, selera memang hal yang subyektif, dan Anda mungkin justru menemukan favorit sendiri.
Berdasarkan pengalaman mencoba berbagai pindang di Palembang, setidaknya ada beberapa jenis yang cukup menonjol. Pindang Pegagan memiliki kuah berwarna agak kuning, diduga dari penggunaan kunyit. Lalu ada Pindang Meranjat dengan kuah kecokelatan yang kaya rasa, kemungkinan dari campuran calok atau terasi. Tak kalah menarik, Pindang Musi Rawas hadir dengan kuah yang lebih bening namun tetap kaya akan citarasa.
Jadi, bagi Anda yang berencana berkunjung ke Palembang dengan tujuan menikmati pempek, sangat saya sarankan untuk juga menyempatkan diri mencoba pindang. Hidangan ini layak masuk dalam daftar kuliner yang wajib dicoba!




