Tampilkan postingan dengan label kuliner palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner palembang. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Januari 2026

Pindang Palembang, Perpaduan Rasa yang Memikat Hati

 Assalamualaikum

Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas kelezatan pempek dan cuko khas Palembang. Sebenarnya, kuliner Palembang masih sangat kaya dan tidak berhenti di situ. Kali ini, mari kita eksplor salah satu hidangan lain yang tak kalah populernya, yaitu Pindang.

Secara sederhana, pindang adalah hidangan berkuah yang menawarkan perpaduan rasa yang unik: asam, manis, pedas, dan gurih berpadu dengan aroma segar dari daun kemangi. Berbagai varian pindang yang umum ditemui antara lain terbuat dari ikan patin, ikan gabus, ikan baung, ikan salai (ikan asap), daging sapi, atau udang.

Jika ditanyakan mana varian yang paling recommended, pilihan pribadi saya jatuh pada Pindang Ikan Patin. Alasannya, tekstur daging ikan patin cenderung lebih lembut dan "nyatu" dengan kuahnya dibandingkan jenis ikan lain, sehingga memberikan pengalaman makan yang sangat memuaskan. Namun, selera memang hal yang subyektif, dan Anda mungkin justru menemukan favorit sendiri.

Berdasarkan pengalaman mencoba berbagai pindang di Palembang, setidaknya ada beberapa jenis yang cukup menonjol. Pindang Pegagan memiliki kuah berwarna agak kuning, diduga dari penggunaan kunyit. Lalu ada Pindang Meranjat dengan kuah kecokelatan yang kaya rasa, kemungkinan dari campuran calok atau terasi. Tak kalah menarik, Pindang Musi Rawas hadir dengan kuah yang lebih bening namun tetap kaya akan citarasa.

Jadi, bagi Anda yang berencana berkunjung ke Palembang dengan tujuan menikmati pempek, sangat saya sarankan untuk juga menyempatkan diri mencoba pindang. Hidangan ini layak masuk dalam daftar kuliner yang wajib dicoba!

Share:

Rabu, 26 Februari 2020

Ke Kampung Pempek Buat Makan Pempek Dong...

Assalamualaikum, masih lanjut lagi cerita dari kota palembang. Kali ini saya akan bercerita salah satu makanan yang terkenal di palembang. Pempek salah satu ciri khas makanannya dan sampe ada lagu nya juga loh coba aja cari “pempek lenjer” dan selamat datang di palembang deh. Ada banyak sekali yang jual pempek di palembang ini mulai dari yang seribuan sampe yang lebih dari lima ribu mungkin yah.
Karena Sebuah Cerita, Akhirnya jadi penasaran.
Sebenernya banyak pempek yang terkenal di kota palembang ini. Tapi pada saat menemani tamu kantor cari makan siang, driver kantor bercerita kalau di palembang ini mau coba pempek yang beda dari pempek yang udah terkenal mampir dan cobalah makan pempek di kampung pempek. Sebenernya mau langsung kesana tapi tamu saat itu carinya bukan pempek sayangnya, hehe.
Awal mula dari situ lah akhirnya saya bernagkat ke kampung pempek di jalan mujahiddin 26 ilir palembang. Sempet cari – cari informasi terkait transportasi menuju kesana karena kalau mau di hitung-hitung pakai transportasi online lumayan juga mengeluarkan uangnya, akhirnya dapet info naik angkot yang harganya Cuma Rp. 4.000,- sekali jalan mau dekat ataupun jauh.
Semua Jualan Pempek di Kampung Pempek dan Bisa Bawa Pulang Buat Oleh-Oleh.
Ketika turun dari dari angkot kita sudah disambut dengan hamparan parkir liat yang berjejer karena banyak sekali orang yang makan pempek di kampung pempek. Sempet mikir ini orang bisa menghabiskan berapa ton pempek yah dalam 1 (satu) hari kalau pengunjungnya sebanyak ini.
Dari gapura sebetulnya sudah banyak yang berjualan pempek dipinggiran dengan berbagai macam jenis dengan harga yang beragam. Sengaja sebelum masuk ke salah satu kedai pempeknya saya telusuri dulu sepanjang jalan dan memang benar sepanjang lorong/kampung ini dominan jualan pempek.
Hampir rata-rata toko di kampung pempek menulis menjual pempek mulai dari Rp.1.000,-/pcs untuk ukuran yang kecil-kecil. Akhirnya saya memilih masuk kesalah satu toko yang ada di kampung pempek ini. Ketika masuk dan langsung cari tempat duduk kita langsung di hidangkan 1(satu) piring pempek yang ber ukuran kecil dengan banyak macam variannya.
Setelah kita dihidangi pempek 1 piring kita akan ditanya pelayannya mau pesen kapal selam goreng atau basah. Luar biasa yah mau makan pempek malah ditawari kapal selam dan bisa di goreng loh, haha. Jadi selain yang pempek kecil-kecil tadi nanti kita ditawari pempek kapal selam, pempek lenjer, model, tekwan. Berhubung perut saya kecil saya Cuma pilih kapal selam goreng saja.
Oh iya, di area ini semua toko hampir menuliskan kalau pempek yang mereka buat menggunakan ikan gabus. Kalau yang ga tau silah cari di google yah, hehe. Dari segi rasa memang sangat berbeda dengan pempek yang sudah terkenal di area palembang ini dibandingkan yang ada dikampung pempek ini. Tapi balik lagi ke selera masing-masing kalau masalah rasa. Tapi kalau penasaran boleh kok coba makanan yang ada disini.
Kalau dibilang mahal atau tidaknya tergantung kalian menghabiskan berapa banyak makan di sini. Makin banyak pastinya makin banyak dong bayarnya. Semua yang ada di kampung pempek ini bisa banget loh dibawa pulang buat oleh-oleh untuk kalian yang memang lagi berkunjung ke kota palembang.
Mungkin sekian aja cerita berkunjung ke kampung pempek, ditunggu ceritanya di kota palembang ini.
Share: