Tampilkan postingan dengan label palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label palembang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Februari 2026

Road Trip Palembang - Bangka: Menikmati Perjalanan di Atas Roda Dua

Assalamualaikum, pernah terpikir tidak untuk menyeberang pulau menggunakan motor? Kali ini saya ingin berbagi pengalaman pribadi melakukan perjalanan dari Palembang menuju Pulau Bangka. Mungkin di antara pembaca ada yang sudah pernah merasakan sensasi naik motor atau mobil menyeberangi selat, tapi bagi yang belum, tulisan ini bisa jadi gambaran buat kalian.

Persiapan dan Kondisi Jalan

Kalau kita cek di Google Maps, jarak dari Palembang ke Pelabuhan Tanjung Api-Api itu sekitar 73 km dengan estimasi waktu tempuh kurang lebih 1 jam 46 menit.

Namun, realitanya di lapangan bisa berbeda. Kondisi jalan menuju pelabuhan itu cukup kontras ada bagian yang mulus sekali, tapi ada juga yang rusak parah. Jadi, buat teman-teman yang mau menyusul jalur ini, harap ekstra hati-hati dan jangan terlalu terpaku pada estimasi waktu di aplikasi, ya!

Pilihan Penyeberangan: Kapal Cepat vs Kapal Ferry

Dulu, kita punya pilihan kapal cepat (Express Bahari) yang berangkat langsung dari pelabuhan di dalam kota Palembang. Sempat berhenti beroperasi, tapi kabar baiknya, berdasarkan info terbaru dari Instagram @expressbahari.id, layanan mereka sudah kembali aktif dan tiketnya bisa dipesan via aplikasi.

Tapi, kalau kalian membawa kendaraan sendiri seperti saya, pilihannya adalah melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api menggunakan kapal Ferry (kapal roro).

Kenapa Gak Naik Pesawat Aja?

Banyak yang tanya, "Kenapa repot-repot motoran jauh? Kan ada uang, tinggal beli tiket pesawat, duduk manis, sampai."

Bagi saya, ini bukan soal capek atau tidak. Setiap orang punya cara sendiri untuk menikmati perjalanannya. Motoran jarak jauh bagi saya adalah cara untuk menyenangkan hati. Saya menikmati setiap kilometer yang terlewati tanpa harus terburu-buru, yang penting tetap waspada dan selamat sampai tujuan.

Fasilitas Sepanjang Jalan

Jangan khawatir soal bahan bakar atau perut lapar! Di sepanjang jalur menuju Tanjung Api-Api, setidaknya saya melihat ada 2 SPBU Besar dan beberapa unit Pertashop dan Banyak warung warga di pinggir jalan kalau kalian sekadar ingin berhenti untuk minum atau ngemil.

Info Tiket dan Penyeberangan

Kapal dari Tanjung Api-Api menuju Pelabuhan Tanjung Kalian (Muntok) ini melayani penumpang orang maupun kendaraan. Untuk Penumpang perorangan Rp50.000, sedangkan untuk kendaraan bermotor Rp.133.000. Harga tersebut adalah harga saat saya membeli langsung di loket pelabuhan. Namun, per akhir Desember kemarin, sistem pembelian tiket sudah mulai diarahkan secara online melalui website . Pastikan kalian cek dulu secara berkala ya!

Buat kalian yang ingin melihat visual perjalanannya secara langsung, mampir yuk ke channel YouTube saya di @mhmmdrzn. Di sana saya bagikan lebih detail suasana perjalanannya.

Semoga tulisan ini bermanfaat buat kalian yang sedang merencanakan road trip dari Palembang ke Bangka. Keep safe on the road!

Share:

Rabu, 26 Februari 2020

Ke Kampung Pempek Buat Makan Pempek Dong...

Assalamualaikum, masih lanjut lagi cerita dari kota palembang. Kali ini saya akan bercerita salah satu makanan yang terkenal di palembang. Pempek salah satu ciri khas makanannya dan sampe ada lagu nya juga loh coba aja cari “pempek lenjer” dan selamat datang di palembang deh. Ada banyak sekali yang jual pempek di palembang ini mulai dari yang seribuan sampe yang lebih dari lima ribu mungkin yah.
Karena Sebuah Cerita, Akhirnya jadi penasaran.
Sebenernya banyak pempek yang terkenal di kota palembang ini. Tapi pada saat menemani tamu kantor cari makan siang, driver kantor bercerita kalau di palembang ini mau coba pempek yang beda dari pempek yang udah terkenal mampir dan cobalah makan pempek di kampung pempek. Sebenernya mau langsung kesana tapi tamu saat itu carinya bukan pempek sayangnya, hehe.
Awal mula dari situ lah akhirnya saya bernagkat ke kampung pempek di jalan mujahiddin 26 ilir palembang. Sempet cari – cari informasi terkait transportasi menuju kesana karena kalau mau di hitung-hitung pakai transportasi online lumayan juga mengeluarkan uangnya, akhirnya dapet info naik angkot yang harganya Cuma Rp. 4.000,- sekali jalan mau dekat ataupun jauh.
Semua Jualan Pempek di Kampung Pempek dan Bisa Bawa Pulang Buat Oleh-Oleh.
Ketika turun dari dari angkot kita sudah disambut dengan hamparan parkir liat yang berjejer karena banyak sekali orang yang makan pempek di kampung pempek. Sempet mikir ini orang bisa menghabiskan berapa ton pempek yah dalam 1 (satu) hari kalau pengunjungnya sebanyak ini.
Dari gapura sebetulnya sudah banyak yang berjualan pempek dipinggiran dengan berbagai macam jenis dengan harga yang beragam. Sengaja sebelum masuk ke salah satu kedai pempeknya saya telusuri dulu sepanjang jalan dan memang benar sepanjang lorong/kampung ini dominan jualan pempek.
Hampir rata-rata toko di kampung pempek menulis menjual pempek mulai dari Rp.1.000,-/pcs untuk ukuran yang kecil-kecil. Akhirnya saya memilih masuk kesalah satu toko yang ada di kampung pempek ini. Ketika masuk dan langsung cari tempat duduk kita langsung di hidangkan 1(satu) piring pempek yang ber ukuran kecil dengan banyak macam variannya.
Setelah kita dihidangi pempek 1 piring kita akan ditanya pelayannya mau pesen kapal selam goreng atau basah. Luar biasa yah mau makan pempek malah ditawari kapal selam dan bisa di goreng loh, haha. Jadi selain yang pempek kecil-kecil tadi nanti kita ditawari pempek kapal selam, pempek lenjer, model, tekwan. Berhubung perut saya kecil saya Cuma pilih kapal selam goreng saja.
Oh iya, di area ini semua toko hampir menuliskan kalau pempek yang mereka buat menggunakan ikan gabus. Kalau yang ga tau silah cari di google yah, hehe. Dari segi rasa memang sangat berbeda dengan pempek yang sudah terkenal di area palembang ini dibandingkan yang ada dikampung pempek ini. Tapi balik lagi ke selera masing-masing kalau masalah rasa. Tapi kalau penasaran boleh kok coba makanan yang ada disini.
Kalau dibilang mahal atau tidaknya tergantung kalian menghabiskan berapa banyak makan di sini. Makin banyak pastinya makin banyak dong bayarnya. Semua yang ada di kampung pempek ini bisa banget loh dibawa pulang buat oleh-oleh untuk kalian yang memang lagi berkunjung ke kota palembang.
Mungkin sekian aja cerita berkunjung ke kampung pempek, ditunggu ceritanya di kota palembang ini.
Share:

Senin, 29 Juli 2019

Hai Kota Palembang


Assalamualaikum, salam semuanya buat pembaca cerita jani (nampak saya mulai halu). Sudah lama sekali tidak berbagi cerita, maklum masih banyak yang numpuk di draft tapi ga di post (alasan hahaha). Kalau dua tahun yang lalu saya bercerita tentang jalan-jalan di pulau bangka (padahal cuma seuprit aja cerita pulau bangka). Mungkin saat ini saya sudah pindah domisili kerja alias mutasi ke palembang.

Mungkin nanti akan berbagi ceritalah tentang gimana sih jalan – jalan di kota palembang yang tentunya kota ini sangat berbeda dengan kota pangkalpinang (ya iya dong beda jauh lah). Tapi sebelum saya tau akan di mutasi ke kota palembang, mungkin sudah banyak rumor yang tidak sedap dari kota ini seperti perampokan, pencurian, pembunuhan dan lain sebagimacamnya.

Mungkin sekian dulu kali yah pembukaannya, insya allah kalau ada waktu senggang akan lanjut lagi bagaimana jalan – jalan di kota palembang ini.

Share: