Rabu, 29 Oktober 2025
Minggu, 26 Oktober 2025
Smartband Ringan, Fitur Lengkap, tapi Cepat Panas? Ini Cerita Saya dengan Huawei Band 10
kali ini saya mau cerita tentang salah satu alat yang hampir nggak pernah lepas dari pergelangan tangan saya Huawei Band 10. Buat sebagian orang mungkin ini cuma jam tangan digital, tapi buat saya, fungsinya jauh lebih dari itu.
Saya termasuk orang yang suka gonta-ganti smartband. Dulu sempat pakai Xiaomi, terus pindah ke CMF Nothing, dan sekarang balik lagi ke Huawei (yang sudah dua kali saya coba). Bukan karena saya nggak setia, tapi lebih karena penasaran: smartband mana sih yang paling cocok buat kebutuhan harian saya?
Awalnya saya pakai smartband cuma buat lihat waktu dan jumlah langkah, ya, bonusnya biar tahu juga apakah hari itu saya cukup aktif atau nggak. Tapi makin ke sini, produsen smartband makin kreatif. Fitur-fitur kesehatan mulai bermunculan: mulai dari detak jantung, pemantauan tidur, sampai pengingat buat gerak kalau kita kelamaan duduk. Semua itu bikin saya makin tertarik nyobain model-model baru.
Yang menarik, sekarang harga smartband juga sudah makin terjangkau. Kalau dulu cuma merek-merek besar yang berani jual dengan harga tinggi, sekarang hampir semua orang bisa punya. Nggak heran kalau makin banyak yang pakai.
Sebelum ke Huawei Band 10, saya sempat pakai CMF Nothing 2 Pro. Desainnya keren, tampilannya juga oke banget. Tapi begitu dipakai sehari-hari, ternyata agak ribet. Fiturnya kurang responsif dan notifikasinya kadang telat. Dari situ saya merasa, ya sudah, yang penting fungsi, bukan gaya. Akhirnya saya balik lagi ke Huawei, kali ini dengan Band 10.
Walaupun Huawei Band 10 ini belum punya fitur GPS bawaan, saya tetap puas karena alasan utama saya beli adalah jam dan notifikasi. Untuk kebutuhan itu, dia bekerja dengan sangat baik. Chat WhatsApp, panggilan masuk, semua bisa tampil dengan jelas di layar tinggal kita atur saja notifikasi mana yang mau ditampilkan.
Tapi ada satu hal yang bikin saya sedikit kecewa. Waktu itu saya lagi keluar rumah pas siang matahari lagi terik banget. Tiba-tiba smartband saya mati begitu saja tanpa saya sadar. Saya pikir baterainya habis, ternyata nggak. Kemungkinan besar karena panas matahari langsung yang bikin perangkatnya overheat.
Dari situ saya sadar, Huawei Band 10 ini memang lebih cocok buat aktivitas harian di dalam ruangan atau cuaca normal. Kalau terlalu lama di bawah sinar matahari, dia kayaknya belum kuat. Tapi ya, mungkin ini juga wajar karena beberapa smartband lain pun ada yang mengalami hal serupa. Bedanya, merek-merek besar yang sudah lama di dunia wearable biasanya punya teknologi pelindung panas yang lebih baik.
Jadi, buat kamu yang lagi cari smartband dengan tampilan simpel, baterai awet, dan notifikasi yang cepat Huawei Band 10 bisa jadi pilihan menarik. Asal jangan dipakai jogging siang hari di bawah matahari terik ya, nanti bisa “pingsan” duluan sebelum kamu selesai lari